Rumah Kosong Jadi Target, Aksi Pencurian Siang Hari Gegerkan Warga Pulosari
- account_circle Ilham
- calendar_month 22 jam yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gambar Ilustrasi Kondisi Rumah | Sumber: Generated AI (Gemini)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SukabumiDigital – Rumah kosong menjadi target aksi pencurian siang hari yang menggegerkan warga Desa Pulosari, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (24/03/2026). Sedikitnya tiga rumah menjadi sasaran pelaku dalam kejadian tersebut, sehingga memicu kekhawatiran di tengah masyarakat.
Salah satu korban, Anis, menuturkan peristiwa itu bermula sekitar pukul 10.00 WIB saat ia keluar rumah untuk beli sabun di warung terdekat. “Awal mulanya pergi ke warung beli sabun, pas pulang beli sabun, dekat rumah dekat pintu ada berserakan jejak kaki sama puntung rokok,” ungkap Anis saat memberi keterangan.
Melihat kondisi tersebut, Anis langsung masuk ke dalam rumah untuk memastikan keadaan. Ia juga menegaskan bahwa pelaku tidak merusak pintu atau akses masuk. “Enggak ada kerusakan, cuma isi kamar berantakan,” tambah Anis.
Setelah itu, Anis memeriksa barang-barangnya dan menemukan beberapa di antaranya hilang. “Pas lihat HP sudah tidak ada, lalu uang juga hilang 52 ribu rupiah,” ujarnya. Ia juga menyebut rumah itu jarang ia tempati sehingga tidak banyak barang berharga tersimpan di dalamnya.
Pada hari yang sama, pelaku juga menyasar rumah warga lain, Engkus, dan mengambil tiga unit telepon genggam. Selain itu, pelaku turut menyasar satu rumah warga lainnya. Namun, warga masih menelusuri identitas pemilik dan rincian kerugian.
Hingga berita ini disusun, Anis mengaku belum melapor ke pihak kepolisian. Rangkaian peristiwa ini menunjukkan pelaku memanfaatkan kondisi rumah kosong, bahkan saat siang hari.
Warga perlu meningkatkan kewaspadaan dengan memastikan rumah tetap aman saat ditinggal. Kunci seluruh akses masuk, tambah sistem pengaman, dan segera lapor aktivitas mencurigakan ke aparat setempat agar aksi serupa tidak terulang.
- Penulis: Ilham
- Editor: Aulia Akhira Ramadhani

Saat ini belum ada komentar