Breaking News
light_mode
Beranda » Gerak Sehat » Waspada! 6 Jenis Makanan Ini Bisa Menyebabkan Penyakit Serius

Waspada! 6 Jenis Makanan Ini Bisa Menyebabkan Penyakit Serius

  • account_circle Anisa Azskia
  • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
  • visibility 10
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumidigital – Makanan merupakan kebutuhan pokok manusia. Namun, tidak semua makanan yang kita konsumsi setiap hari aman bagi kesehatan. Beberapa makanan menyimpan bahaya tersembunyi yang memicu penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, jantung, hingga kanker. Banyak orang tidak menyadari bahwa kebiasaan makan sehari-hari menjadi penyebab utama munculnya penyakit berbahaya tersebut. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengenali makanan-makanan tersebut agar dapat menghindarinya sejak dini.

6 Musuh Tersembunyi di Piring Makan Kita

Jenis makanan pertama yang berbahaya adalah gula berlebih yang terdapat dalam minuman manis, permen, kue, donat, dan sirup. Konsumsi gula berlebih dapat menyebabkan diabetes tipe 2, obesitas, kerusakan gigi, penyakit hati berlemak, dan resistensi insulin. Kita perlu membatasi konsumsi gula maksimal 4 sendok makan atau 50 gram per hari serta memilih minuman tanpa gula dan memperbanyak konsumsi buah segar sebagai pengganti camilan manis.

Kedua, makanan cepat saji seperti burger, kentang goreng, ayam goreng tepung, dan pizza mengandung lemak trans, lemak jenuh, natrium, dan kalori sangat tinggi. Ini dapat memicu penyakit jantung koroner, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, stroke, dan obesitas. Sebaiknya kita batasi konsumsi fast food maksimal satu kali dalam sebulan dan lebih memilih menyiapkan bekal sendiri dari rumah dengan bahan-bahan segar.

Ketiga, makanan olahan seperti sosis, nugget, kornet, bakso pabrikan, dan daging asap mengandung berbagai bahan pengawet, pewarna, perasa buatan, dan garam berlebih. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan daging olahan sebagai karsinogenik atau pemicu kanker usus besar. Selain itu, makanan ini juga menyebabkan tekanan darah tinggi, gagal ginjal, dan penyakit jantung. Kita sebaiknya memilih makanan segar dan mengolah sendiri. Jika membeli produk olahan, bacalah label komposisi dan pilih yang rendah garam serta tanpa pengawet berbahaya.

Keempat, gorengan seperti tempe goreng, pisang goreng, dan tahu goreng menjadi camilan favorit masyarakat Indonesia. Namun, proses penggorengan dengan minyak berulang kali menghasilkan zat berbahaya. Minyak jelantah menghasilkan senyawa radikal bebas yang merusak sel-sel tubuh sehingga memicu kolesterol tinggi, penyakit jantung, obesitas, gangguan pencernaan, dan tekanan darah tinggi. Kita perlu mengurangi frekuensi makan gorengan dan memilih makanan rebus, kukus, atau panggang sebagai alternatif sehat.

Kelima, makanan tinggi garam seperti keripik, mi instan, makanan kaleng, ikan asin, dan telur asin mengandung natrium sangat tinggi. Konsumsi garam berlebih dalam jangka panjang merusak organ tubuh secara perlahan dan menyebabkan tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, hingga osteoporosis. Kita perlu membatasi konsumsi garam maksimal satu sendok teh atau 5 gram per hari serta menggunakan bumbu alami seperti bawang putih, jahe, kunyit, atau rempah-rempah sebagai pengganti garam.

Bahaya Gula yang Tersembunyi

Makanan berpemanis buatan seperti minuman kemasan, yoghurt rendah kalori, permen bebas gula, dan makanan diet mengandung aspartam, sakarin, sukralosa. Pemanis buatan berisiko diabetes, gangguan pencernaan, dan kanker. Pilih madu, gula kelapa, atau stevia secukupnya. Biasakan membaca label kemasan, memasak sendiri, ganti camilan dengan buah, kurangi makan luar, perbanyak air, sayur, buah, dan diet seimbang.

Gula berlebih, fast food, makanan olahan, gorengan, tinggi garam, dan pemanis buatan menjadi enam penyebab utama berbagai penyakit serius. Kabar baiknya, kita masih bisa mencegah penyakit-penyakit tersebut dengan mengubah pola makan sejak dini. Mulailah dari langkah kecil seperti mengurangi gula, membatasi gorengan, atau membaca label kemasan sebelum membeli. Ingatlah bahwa kesehatan adalah investasi paling berharga. Mencegah penyakit melalui pola makan sehat jauh lebih mudah dan murah daripada mengobati penyakit yang sudah parah. Mulai hari ini, pilih makanan sehat untuk masa depan yang lebih baik!

  • Penulis: Anisa Azskia
  • Editor: Lusi Mardiana

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rekomendasi Kuliner Malam yang Bikin Ketagihan

    Rekomendasi Kuliner Malam yang Bikin Ketagihan

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Ilham
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Sukabumidigital – Ketika matahari terbenam dan udara dingin mulai menyelimuti sudut-sudut kota Sukabumi, perburuan rasa yang sesungguhnya baru saja dimulai. Mencari kudapan di malam hari bukan sekadar memuaskan lapar. Melainkan, mencari kenyamanan dalam setiap suapan yang hangat di tengah sunyinya malam. Selain itu, ada sesuatu yang magis dari aroma asap sate yang tertiup angin. Ada […]

  • guru

    Bikin Guru Makin Kompeten! Workshop MGMP IPA Sukabumi Kupas Tuntas Literasi & Penyusunan Soal

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Aulia Akhira Ramadhani
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Sukabumidigital – Dalam upaya menjawab tantangan pendidikan yang terus berkembang, peningkatan kompetensi guru menjadi hal penting. Oleh karena itu, guru perlu memiliki literasi yang kuat serta kemampuan menyusun evaluasi pembelajaran yang tepat. Kedua hal ini menjadi kunci dalam menciptakan proses belajar yang berkualitas. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan Workshop “Sinergi Bersama Penerbit Erlangga: Bedah Buku […]

  • Ketika Gelar Tak Cukup, Realita Keras Dunia Kerja di Era AI

    Ketika Gelar Tak Cukup, Realita Keras Dunia Kerja di Era AI

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Aulia Akhira Ramadhani
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Sukabumidigital – Ir. Naba Aji Notoseputro, M.Kom, selaku Co-Founder Yayasan Bina Sarana Informatika (BSI), menyampaikan pandangannya dalam ajang Indonesia Cerdas Fest 2026 tentang realita dunia kerja di era AI. Ia menyoroti kondisi pendidikan tinggi di Indonesia, tantangan pengangguran terdidik, serta pentingnya kompetensi baru agar lulusan tetap relevan di tengah perkembangan kecerdasan buatan. 1. Pendidikan Tinggi: […]

  • AI Sebagai Asisten

    HACK Kreativitasmu: Saatnya Jadikan AI Sebagai “Asisten”, Bukan “Ancaman”

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Sukabumidigital – Sebelum ngomongin AI yang mau kita jadiin sebagai asisten buat nge-HACK kreatifitas, jujur deh, semenjak Artificial Intelligence (AI) kayak ChatGPT, Midjourney, dan kawan-kawannya makin hype, pernah nggak sih kamu ngerasa insecure? Banyak banget seliweran berita soal gimana robot dan algoritma bisa bikin desain, nulis artikel, sampai coding cuma dalam hitungan detik. Buat kita […]

  • Kunci Hidup Sehat di Era Modern dengan Kebiasaan Sederhana untuk Mencegah Penyakit

    Kunci Hidup Sehat di Era Modern dengan Kebiasaan Sederhana untuk Mencegah Penyakit

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Ilham
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Sukabumidigital – Menjaga kesehatan tidak selalu membutuhkan biaya besar atau cara yang rumit. Di tengah gaya hidup modern yang serba praktis, justru kebiasaan sederhana sehari-hari memegang peran penting dalam mencegah berbagai penyakit. Banyak kasus penyakit kronis sebenarnya bisa dihindari lebih awal jika seseorang mulai mengubah pola hidupnya secara konsisten. Pola Makan Seimbang Jadi Kunci Utama […]

  • Ketika Zona Nyaman Justru Menjadi Ancaman Masa Depan

    Ketika Zona Nyaman Justru Menjadi Ancaman Masa Depan

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Varisca Zulianti Suryadi
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Sukabumidigital – Banyak orang merasa sudah berada di zona nyaman karena memiliki pekerjaan tetap, penghasilan rutin, dan kehidupan yang stabil. Namun, di balik rasa aman tersebut, sering muncul pertanyaan penting yang kerap mereka abaikan, apakah kondisi ini benar-benar menjamin masa depan, atau justru menjadi ancaman yang tidak mereka sadari? Rasa aman kadang menipu persepsi. Banyak […]

expand_less