Rajin Update Story, Tapi Tugas Kuliah Terbengkalai? Ini Fenomena Mahasiswa Digital
- account_circle Varisca Zulianti Suryadi
- calendar_month Senin, 22 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Rajin Update Story, Tapi Tugas Kuliah Terbengkalai? Ini Fenomena Mahasiswa Digital| Sumber: Generated AI (Gemini)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumidigital – Fenomena mahasiswa yang aktif membagikan aktivitas di media sosial, tetapi masih menunda pengerjaan tugas kuliah, semakin sering terlihat dalam kehidupan kampus. Tugas akademik terus bertambah, tenggat waktu semakin dekat, namun aktivitas digital tetap berjalan tanpa henti.
Unggahan story muncul hampir setiap saat. Mulai dari kegiatan sehari-hari, suasana perkuliahan, hingga berbagai momen pribadi terdokumentasi dengan rapi. Di sisi lain, dokumen tugas masih kosong atau baru berisi beberapa kalimat awal. Kondisi tersebut memperlihatkan adanya perbedaan antara kewajiban akademik dan kebiasaan penggunaan waktu.
Banyak mahasiswa merasa jadwal mereka penuh dengan berbagai aktivitas, seperti kuliah, organisasi, hingga kegiatan lainnya. Tekanan akademik yang datang bersamaan sering membuat sebagian mahasiswa kesulitan mengatur waktu dengan baik.
Pesona Media Sosial Digital
Di tengah kesibukan tersebut, mahasiswa tetap menyediakan waktu untuk membuka aplikasi digital. Membuat konten, memilih foto, menentukan musik, hingga menulis keterangan pada story sering dianggap sebagai kegiatan singkat.
Padahal, jika dilakukan berkali-kali dalam sehari, waktu yang digunakan dapat bertambah tanpa disadari. Kebiasaan kecil ini dapat memengaruhi produktivitas mahasiswa, terutama ketika tugas kuliah mulai mendekati batas pengumpulan.
Media sosial memiliki daya tarik karena memberikan respons secara cepat. Setiap unggahan dapat langsung memperoleh tanda suka, komentar, atau interaksi dari pengguna lain. Hal tersebut membuat aktivitas digital terasa menyenangkan karena memberikan kepuasan instan.
Berbeda dengan media sosial, menyelesaikan tugas kuliah membutuhkan konsentrasi dan proses berpikir yang lebih panjang. Mahasiswa perlu membaca materi, memahami pembahasan, mencari referensi, serta menyusun tugas secara bertahap.
Tantangan Mengatur Waktu
Kebiasaan menunda pekerjaan sering kali berkaitan dengan cara seseorang menentukan prioritas. Ketika waktu luang lebih banyak digunakan untuk hiburan digital dibandingkan menyelesaikan kewajiban akademik, aktivitas belajar dapat terganggu.
Namun, persoalan ini bukan berarti mahasiswa harus meninggalkan media sosial sepenuhnya. Platform digital tetap memiliki manfaat sebagai sarana komunikasi, berbagi informasi, dan membangun kreativitas.
Mahasiswa hanya perlu mengatur batas penggunaan agar aktivitas online tidak mengganggu tanggung jawab utama. Langkah sederhana seperti menyelesaikan satu bagian tugas sebelum membuka aplikasi atau membuat jadwal khusus dapat membantu menjaga fokus.
Menjaga Keseimbangan Akademik
Pada akhirnya, kebiasaan kecil dapat membentuk hasil yang besar. Ketika seseorang terbiasa mendahulukan tanggung jawab, ia akan lebih mudah membangun disiplin dan kepercayaan diri.
Aktivitas digital dan pencapaian akademik sebenarnya dapat berjalan bersama. Kehadiran mahasiswa di ruang digital menunjukkan sisi sosial mereka, sedangkan tugas yang selesai mencerminkan komitmen sebagai mahasiswa.
Jika seseorang mampu menjaga story tetap aktif setiap hari, ia juga memiliki kemampuan untuk menjaga progres tugas tetap berjalan. Keseimbangan tersebut terbentuk dari keputusan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
- Penulis: Varisca Zulianti Suryadi
- Editor: Lusi Mardiana

Saat ini belum ada komentar