Breaking News
light_mode
Beranda » Anak Kampus » Kuliah Sesuai Passion, Benarkah Jadi Pilihan yang Tepat?

Kuliah Sesuai Passion, Benarkah Jadi Pilihan yang Tepat?

  • account_circle Aulia Akhira
  • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumidigital – Banyak mahasiswa memasuki bangku kuliah dengan satu pertanyaan besar di kepala, apakah jurusan yang saya ambil harus sesuai dengan passion? Pertanyaan ini terdengar sederhana, tetapi jawabannya sering kali rumit. Di satu sisi, passion menjanjikan semangat dan kepuasan. Di sisi lain, realitas akademik dan tuntutan masa depan tidak selalu berjalan searah.

Sebagai jurnalis yang sering bertemu berbagai karakter mahasiswa, saya melihat satu pola yang berulang: tidak semua orang memulai dari tempat yang ideal, tetapi banyak yang berhasil menemukan arah di tengah perjalanan.

Antara Pilihan dan Tekanan

Tidak sedikit mahasiswa memilih jurusan karena dorongan orang tua, tren, atau pertimbangan peluang kerja. Mereka masuk kelas dengan rasa ragu, bahkan canggung. Namun, kondisi ini tidak selalu berakhir buruk.

Beberapa mahasiswa justru menemukan minat baru setelah mereka mendalami bidang tersebut. Mereka awalnya hanya “menjalani”, tetapi perlahan mulai “menikmati”. Di titik ini, passion tidak datang dari awal, melainkan tumbuh seiring proses.

Sebaliknya, ada juga mahasiswa yang sejak awal sudah mengikuti passion. Mereka memilih jurusan yang sesuai minat, tetapi tetap menghadapi tantangan. Rasa bosan, tekanan tugas, dan ekspektasi tinggi tetap menghampiri. Passion tidak otomatis menghilangkan kesulitan.

Passion Bisa Dicari, Bukan Ditunggu

Banyak orang menganggap passion sebagai sesuatu yang sudah pasti sejak awal. Kenyataannya tidak sesederhana itu. Passion sering muncul setelah seseorang berani mencoba, mengalami kegagalan, lalu bangkit dan mencoba lagi hingga menemukan arah yang terasa tepat.

Lingkungan kampus membuka banyak peluang untuk proses tersebut. Mahasiswa dapat terlibat dalam organisasi, magang, proyek, atau komunitas yang beragam. Dari pengalaman itu, mereka mengenal diri lebih dalam, memahami apa yang mereka sukai sekaligus menyadari hal yang tidak cocok. Pendekatan ini jauh lebih realistis daripada hanya menunggu passion datang tanpa usaha.

Jurusan Bukan Penentu Akhir

Dunia kerja saat ini tidak lagi terpaku pada satu garis lurus antara jurusan dan profesi. Banyak lulusan meniti karier di bidang yang berbeda dari latar belakang kuliahnya. Lulusan teknik dapat terjun ke dunia bisnis, sementara mahasiswa sastra mampu berkembang di industri digital. Perubahan ini menunjukkan bahwa jalur karier tidak selalu mengikuti arah yang sudah ditentukan sejak bangku kuliah.

Kondisi tersebut menegaskan satu hal penting, jurusan hanya menjadi bagian dari perjalanan, bukan penentu akhir. Peran utama justru datang dari kemampuan adaptasi, kemauan untuk terus belajar, serta keberanian mencoba hal baru. Ketiga hal ini membentuk fondasi yang lebih kuat dalam menghadapi dinamika dunia kerja yang terus berubah.

Menemukan Titik Temu

Alih-alih memaksa jurusan dan passion selalu berjalan searah, mahasiswa bisa mencari titik temu di antara keduanya. Mereka dapat menjadikan jurusan sebagai fondasi utama, lalu mengembangkan passion melalui berbagai aktivitas di luar kelas.

Misalnya, mahasiswa akuntansi yang menyukai desain dapat mengelola media sosial organisasi, sementara mahasiswa teknik yang tertarik pada komunikasi bisa aktif menjadi pembicara atau content creator. Langkah kecil seperti ini mampu membuka peluang besar di masa depan.

Tidak Harus Sempurna Sejak Awal

Banyak mahasiswa merasa tertinggal karena belum menemukan passion. Perasaan ini wajar, tetapi tidak perlu menjadi beban. Perjalanan setiap orang berbeda.

Fokus pada proses jauh lebih penting daripada mengejar kesempurnaan sejak awal. Selama seseorang terus belajar, mencoba, dan berkembang, arah akan terbentuk dengan sendirinya.

Jurusan kuliah dan passion tidak selalu harus berjalan beriringan sejak awal. Keduanya bisa saling mendekat seiring waktu, atau bahkan berjalan di jalur yang berbeda namun tetap membawa hasil yang baik.

Yang terpenting, mahasiswa berani mengenal diri sendiri, aktif mencari pengalaman, dan tidak takut mengambil langkah baru. Karena pada akhirnya, kesuksesan tidak hanya bergantung pada pilihan awal, tetapi pada bagaimana seseorang menjalani prosesnya.

  • Penulis: Aulia Akhira
  • Editor: Lusi Mardiana

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tol Bucirang Lanjutan Bocimi, Akan Hubungkan Sukabumi hingga Padalarang

    Tol Bucirang Lanjutan Bocimi, Akan Hubungkan Sukabumi hingga Padalarang

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Ilham
    • 0Komentar

    Sukabumidigital – Rencana pembangunan Tol Bucirang yang menghubungkan Sukabumi, Cianjur, hingga Padalarang kini makin jelas. Proyek ini melanjutkan Tol Bocimi dan akan tersambung langsung dengan Tol Purbaleunyi di wilayah timur. Pemerintah mendorong proyek ini untuk memperkuat koneksi antarwilayah sekaligus mempercepat pergerakan orang dan barang di Jawa Barat. Pemerintah akan memulai jalur dari Gerbang Tol Sukabumi […]

  • Bulu Tangkis Makin Digemari! Olahraga Seru yang Bikin Sehat, Bugar, dan Pikiran Lebih Tenang

    Bulu Tangkis Makin Digemari! Olahraga Seru yang Bikin Sehat, Bugar, dan Pikiran Lebih Tenang

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Anisa Azskia
    • 0Komentar

    Sukabumidigital – Bulu tangkis kembali menjadi olahraga favorit anak muda Indonesia. Mereka bermain bersama sambil menjaga kebugaran tubuh. Gerakan seperti berlari, melompat, dan smash melatih kelincahan, ketahanan fisik, serta koordinasi tangan dan mata. Aktivitas ini membuat badminton tidak hanya seru, tetapi juga menyehatkan. Permainan ini menuntut banyak gerakan cepat karena pemain harus mengikuti arah shuttlecock. […]

  • Agrowisata Gunung Wayang, Tempat Bersantai dengan Panorama Alam Sejuk di Sukabumi

    Agrowisata Gunung Wayang, Tempat Bersantai dengan Panorama Alam Sejuk di Sukabumi

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle Nesya Ayuna
    • 0Komentar

    Sukabumidigital – Keindahan alam Sukabumi telah lama menjadi daya tarik bagi para wisatawan. Udara yang sejuk serta pemandangan alam yang masih terjaga menjadikan daerah ini sebagai tempat yang cocok untuk beristirahat sejenak dari kesibukan sehari-hari. Kondisi alam yang masih alami membuat banyak orang memilih Sukabumi sebagai destinasi untuk melepas penat dan menikmati suasana yang lebih […]

  • Kebijakan Kontroversial Buruh Pabrik Sukabumi Wajib Beli Kue Rp700 Ribu

    Kebijakan Kontroversial Buruh Pabrik Sukabumi Wajib Beli Kue Rp700 Ribu

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Aulia Akhira Ramadhani
    • 0Komentar

    Sukabumidigital – Sejumlah buruh pabrik pakaian jadi di Kabupaten Sukabumi menghadapi tekanan yang tidak biasa menjelang Lebaran. Mereka mengaku mendapat kewajiban untuk membeli paket kue Lebaran dengan harga mencapai Rp700 ribu. Jika tidak memenuhi permintaan tersebut, perusahaan mengancam tidak memperpanjang kontrak kerja mereka. Kondisi tersebut memicu keresahan di kalangan buruh. Banyak pekerja merasa keberatan karena […]

  • DICO Sukabumi Akan Gelar Seminar Finance, Bahas Cara Cerdas Kelola Keuangan di Era Digital

    DICO Sukabumi Akan Gelar Seminar Finance, Bahas Cara Cerdas Kelola Keuangan di Era Digital

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Ilham
    • 0Komentar

    Sukabumidigital.com, Sukabumi– Digital Creative Community (DICO) Sukabumi akan menyelenggarakan Seminar Finance bertajuk “Cashless tapi Nggak Careless: Hack Keuangan Cerdas di Era Digital”. Kegiatan ini akan berlangsung pada Kamis, 16 Juli 2026, pukul 09.00–12.00 WIB di Aula Veteran, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Sukabumi. Seminar ini hadir untuk menjawab tantangan masyarakat di tengah perkembangan teknologi […]

  • Cukup Aktif 30 Menit Setiap Hari, Raih Tubuh Sehat Tanpa Obat

    Cukup Aktif 30 Menit Setiap Hari, Raih Tubuh Sehat Tanpa Obat

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle Anisa Azskia
    • 0Komentar

    Sukabumidigital – Sebagian orang keliru mengira kesehatan membutuhkan obat mahal atau suplemen rumit. Padahal alam menyediakan kunci sederhana dan gratis untuk semua: gerak aktif setiap hari. Tubuh manusia sejak awal diciptakan untuk bergerak, bukan diam berjam-jam. Namun, rutinitas modern menjauhkan kita dari kebiasaan sehat ini. Apa resep rahasianya? Lakukan gerak intensitas sedang 30 menit per hari. Contohnya jalan […]

expand_less