Breaking News
light_mode
Beranda » Edukasi » Mengapa Orang Mudah Percaya Hoaks?

Mengapa Orang Mudah Percaya Hoaks?

  • account_circle Ilham
  • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumidigital – Coba jujur dulu sebentar. Berapa kali kita menerima pesan di grup WhatsApp yang terdengar serius, panjang, kadang menakutkan, lalu di akhir pesan tertulis “Tolong sebarkan ke keluarga dan teman-teman sebelum terlambat.”

Anehnya, banyak orang langsung meneruskan pesan itu. Tanpa mengecek, bertanya, dan berpikir dua kali. Padahal di zaman sekarang, hoaks sudah seperti penyakit yang menyebar cepat. Ironisnya, yang menyebarkannya sering kali bukan orang bodoh. Justru kadang orang yang terlihat cerdas, berpendidikan, bahkan aktif di media sosial.

Jadi masalahnya bukan sekadar soal pintar atau tidak. Masalahnya ada pada cara kita memproses informasi. Manusia pada dasarnya menyukai hal-hal yang membuat dirinya merasa benar. Kalau ada informasi yang sejalan dengan apa yang kita pikirkan selama ini, kita cenderung langsung percaya. Rasanya seperti menemukan pembenaran, seolah-olah ada bukti bahwa pandangan kita memang tepat.

Cara Hoaks Bekerja

Di situlah hoaks bekerja.

Pembuat hoaks memahami satu hal penting, orang lebih mudah bereaksi terhadap emosi daripada logika. Maka mereka membuat cerita yang memancing rasa takut, marah, atau panik. Kadang mereka menggunakan bahasa dramatis, kadang menyusunnya seolah-olah sebagai rahasia besar yang tidak banyak orang ketahui.

Begitu emosi terpancing, akal sehat sering ikut menepi.

Hal lain yang membuat hoaks mudah dipercaya adalah tampilan. Di internet, sesuatu yang terlihat rapi sering orang anggap benar. Orang bisa menambahkan gambar, logo, dan tulisan panjang yang terlihat meyakinkan. Padahal siapa pun bisa membuatnya dalam beberapa menit.

Hentikan Penyebaran Hoaks

Masalahnya, tidak semua orang terbiasa memeriksa sumber informasi. Banyak orang membaca sekilas lalu langsung percaya. Apalagi jika pesan itu datang dari teman, keluarga, atau seseorang yang dianggap terpercaya.

Padahal kenyataannya sederhana: orang yang mengirim pesan belum tentu tahu bahwa pesan itu benar.

Inilah yang membuat hoaks seperti efek domino. Satu orang percaya, lalu membagikan. Orang kedua percaya karena melihat temannya membagikan. Orang ketiga percaya karena melihat sudah banyak orang membicarakannya. Akhirnya kebohongan yang awalnya kecil bisa terlihat seperti kebenaran besar.

Di era internet, kemampuan yang paling penting sebenarnya bukan hanya membaca, tetapi berpikir kritis. Kita perlu berhenti sebentar sebelum percaya, dan bertanya sebelum menyebarkan. Karena satu tindakan sederhana, yaitu tidak menekan tombol forward, sudah cukup untuk menghentikan satu hoaks menyebar lebih jauh.

  • Penulis: Ilham
  • Editor: Marlinda Azizah Sakima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Merasa “Hilang Arah” di Tengah Kuliah? Ini Alasan Banyak Mahasiswa Mengalaminya

    Merasa “Hilang Arah” di Tengah Kuliah? Ini Alasan Banyak Mahasiswa Mengalaminya

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Aulia Akhira Ramadhani
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Sukabumidigital – Memasuki dunia perkuliahan sering kali menjadi fase yang penuh harapan bagi banyak mahasiswa. Mereka datang dengan berbagai mimpi, rencana masa depan, serta semangat untuk meraih kesuksesan. Namun, tidak sedikit mahasiswa yang justru mulai merasa kehilangan arah setelah menjalani beberapa semester. Rasa bingung terhadap tujuan kuliah, ketidakpastian tentang masa depan, hingga keraguan terhadap pilihan […]

  • Rekomendasi Kuliner Malam yang Bikin Ketagihan

    Rekomendasi Kuliner Malam yang Bikin Ketagihan

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Ilham
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Sukabumidigital – Ketika matahari terbenam dan udara dingin mulai menyelimuti sudut-sudut kota Sukabumi, perburuan rasa yang sesungguhnya baru saja dimulai. Mencari kudapan di malam hari bukan sekadar memuaskan lapar. Melainkan, mencari kenyamanan dalam setiap suapan yang hangat di tengah sunyinya malam. Selain itu, ada sesuatu yang magis dari aroma asap sate yang tertiup angin. Ada […]

  • Ngopi Sambil Melihat Satwa, Ini Keunikan Kopi Kandang di Sukabumi

    Ngopi Sambil Melihat Satwa, Ini Keunikan Kopi Kandang di Sukabumi

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle Nesya Ayuna
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Sukabumidigital – Menikmati kopi sambil melihat satwa menjadi pengalaman yang jarang ditemukan di sebuah kafe. Namun, pengunjung bisa merasakan hal tersebut di Kopi Kandang. Tempat ini menghadirkan konsep berbeda dengan menggabungkan kedai kopi, suasana alam, dan area satwa dalam satu lokasi. Di tengah maraknya kafe di Sukabumi, Kopi Kandang tampil dengan identitas yang kuat. Pengelola […]

  • Agrowisata Gunung Wayang, Tempat Bersantai dengan Panorama Alam Sejuk di Sukabumi

    Agrowisata Gunung Wayang, Tempat Bersantai dengan Panorama Alam Sejuk di Sukabumi

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle Nesya Ayuna
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Sukabumidigital – Keindahan alam Sukabumi telah lama menjadi daya tarik bagi para wisatawan. Udara yang sejuk serta pemandangan alam yang masih terjaga menjadikan daerah ini sebagai tempat yang cocok untuk beristirahat sejenak dari kesibukan sehari-hari. Kondisi alam yang masih alami membuat banyak orang memilih Sukabumi sebagai destinasi untuk melepas penat dan menikmati suasana yang lebih […]

  • Rumah Kosong Jadi Target, Aksi Pencurian Siang Hari Gegerkan Warga Pulosari

    Rumah Kosong Jadi Target, Aksi Pencurian Siang Hari Gegerkan Warga Pulosari

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Ilham
    • visibility 19
    • 0Komentar

    SukabumiDigital – Rumah kosong menjadi target aksi pencurian siang hari yang menggegerkan warga Desa Pulosari, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (24/03/2026). Sedikitnya tiga rumah menjadi sasaran pelaku dalam kejadian tersebut, sehingga memicu kekhawatiran di tengah masyarakat. Salah satu korban, Anis, menuturkan peristiwa itu bermula sekitar pukul 10.00 WIB saat ia keluar rumah untuk beli sabun […]

  • Ketika Gelar Tak Cukup, Realita Keras Dunia Kerja di Era AI

    Ketika Gelar Tak Cukup, Realita Keras Dunia Kerja di Era AI

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Aulia Akhira Ramadhani
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Sukabumidigital – Ir. Naba Aji Notoseputro, M.Kom, selaku Co-Founder Yayasan Bina Sarana Informatika (BSI), menyampaikan pandangannya dalam ajang Indonesia Cerdas Fest 2026 tentang realita dunia kerja di era AI. Ia menyoroti kondisi pendidikan tinggi di Indonesia, tantangan pengangguran terdidik, serta pentingnya kompetensi baru agar lulusan tetap relevan di tengah perkembangan kecerdasan buatan. 1. Pendidikan Tinggi: […]

expand_less