Hendak Sidang Skripsi, Mahasiswi UIN Suska Jadi Korban Pembacokan di Area Kampus
- account_circle Aulia Akhira Ramadhani
- calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
- visibility 31
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kabid Humas Polda Riau Kombes Zahwani Pandra Arsyad saat memberikan keterangan | Sumber: detik.com
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumidigital – Seorang mahasiswi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau (UIN Suska) menjadi korban pembacokan yang diduga dilakukan oleh rekan satu kampusnya pada Kamis (26/02/2026) pagi. Peristiwa tersebut terjadi di lingkungan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum saat korban hendak menjalani sidang skripsi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Korban berinisial F (23) mengalami luka bacok di bagian kepala dan lengan. Ia langsung dilarikan ke RS Bhayangkara Pekanbaru untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, pelaku berinisial R (22) berhasil diamankan aparat kepolisian tidak lama setelah kejadian.
Kepala Bidang Humas Polda Riau, Kombes Zahwani Pandra Arsyad, menyatakan bahwa pelaku telah diamankan berikut barang bukti senjata tajam dan saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif. Ia menjelaskan, dugaan sementara motif penyerangan dipicu persoalan pribadi antara pelaku dan korban. Polisi masih mendalami keterangan sejumlah saksi guna memastikan latar belakang kejadian secara menyeluruh.
Respon Kampus dan Dampak Insiden
Pihak kampus menyampaikan kecaman keras atas insiden tersebut. Dalam keterangan resminya, rektorat menegaskan komitmennya untuk mendampingi korban serta menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.
“Tindakan kekerasan ini tidak bisa ditoleransi. Kampus berkomitmen memberikan pendampingan kepada korban dan menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.”
Akibat kejadian tersebut, aktivitas perkuliahan di sekitar lokasi sempat terganggu. Aparat kepolisian hingga kini masih melakukan pendalaman terkait motif serta kronologi lengkap kejadian. Selain itu, polisi juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan spekulasi yang belum terverifikasi dan menunggu hasil penyelidikan resmi.
Kasus ini menjadi perhatian publik dan menambah daftar peristiwa kekerasan yang terjadi di lingkungan pendidikan tinggi. Aparat memastikan proses hukum akan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sejumlah mahasiswa yang berada di lokasi mengaku terkejut atas kejadian tersebut karena peristiwa terjadi pada jam aktif perkuliahan. Beberapa saksi menyebut situasi sempat panik sebelum petugas keamanan kampus dan aparat kepolisian tiba untuk mengamankan lokasi. Pihak kampus juga akan melakukan evaluasi sistem keamanan serta meningkatkan pengawasan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali di kemudian hari.
- Penulis: Aulia Akhira Ramadhani

Saat ini belum ada komentar