Breaking News
light_mode
Beranda » Enjoy » Resident Evil 9: Requiem Resmi Rilis, Teror Generasi Baru Dimulai

Resident Evil 9: Requiem Resmi Rilis, Teror Generasi Baru Dimulai

  • account_circle Nesya Ayuna
  • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumidigital – Industri game global kembali diramaikan dengan perilisan Resident Evil 9: Requiem yang meluncur 27 Februari 2026. Capcom mengembangkan sekaligus menerbitkan seri terbaru dari franchise legendaris tersebut dengan menghadirkan pengalaman horor yang lebih intens bagi para pemain.

Game ini menjadi seri kesembilan dari franchise Resident Evil yang telah bertahan lebih dari tiga dekade. Pada edisi terbaru ini, pengembang menghadirkan nuansa horor yang lebih gelap dengan atmosfer menegangkan serta mekanisme permainan yang terasa semakin realistis.

Selain itu, game ini hadir untuk konsol generasi terbaru dan PC. Sejak pengumumannya beberapa waktu lalu, Resident Evil 9: Requiem langsung masuk dalam daftar game paling dinantikan oleh komunitas gamer dunia.

Cerita Lebih Intens

Dari sisi cerita, game ini menghadirkan investigasi terhadap ancaman biologis misterius yang berkembang menjadi situasi penuh teror. Pemain harus mengelola sumber daya secara cermat, memecahkan teka-teki, sekaligus menyusun strategi agar mampu bertahan dari serangan musuh.

Selain itu, alur permainan mengikuti dua protagonis dengan sudut pandang berbeda. Karakter Grace berfokus pada investigasi dan eksplorasi teka-teki dengan atmosfer yang menekan. Sementara itu, Leon S. Kennedy membawa pemain kembali ke kota ikonik Raccoon City, lokasi penting dalam sejarah seri ini.

Dengan demikian, perpaduan dua karakter tersebut membuat alur cerita terasa lebih dinamis sekaligus memberi pengalaman berbeda bagi pemain.

Grafis Lebih Realistis

Dari sisi teknis, game ini menampilkan peningkatan grafis yang signifikan. Lingkungan terlihat lebih detail, sementara efek suara imersif memperkuat suasana tegang sepanjang permainan.

Selain itu, teknologi pencahayaan modern seperti path tracing membuat bayangan dan pencahayaan tampak lebih realistis. Alhasil, atmosfer horor terasa lebih hidup dan mencekam.

Di sisi lain, sistem pertarungan kini terasa lebih dinamis. Meski demikian, pengembang tetap mempertahankan unsur survival horror klasik yang menjadi identitas utama seri Resident Evil.

Antusiasme Komunitas

Sementara itu, antusiasme gamer terlihat sejak hari pertama peluncuran. Berbagai ulasan awal dan cuplikan permainan langsung beredar di media sosial, menandakan tingginya minat publik terhadap kelanjutan franchise tersebut.

Salah satu gamer, Hilal, menilai seri terbaru ini membawa kembali nuansa fiksi ilmiah dan teror senjata biologis yang menjadi ciri khas Resident Evil.

“Kalau dibandingkan Resident Evil Village yang lebih ke fantasi gelap, Resident Evil 9 ini terasa kembali ke konsep bio-weapon. Lebih klasik dan lebih ‘Resident Evil’,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyoroti kehadiran dua protagonis yang membuat alur cerita terasa lebih seimbang.

“Grace fokus ke investigasi dan teka-teki dengan suasana yang menekan. Sementara Leon membawa kita kembali ke Raccoon City, yang terasa epik buat penggemar lama. Perpaduannya bikin ceritanya tidak monoton.”

Dari sisi visual, ia menilai peningkatan grafis terasa sangat signifikan.

“Grafisnya realistis banget, apalagi dengan path tracing. Pencahayaan dan detail bayangannya bikin suasana makin tegang.”

Menurutnya, momen paling mendebarkan muncul ketika pemain harus menghadapi musuh bertipe stalker.

“Itu yang bikin deg-degan. Awalnya tenang, lalu tiba-tiba berubah jadi chaos. Kombinasi suara dan lingkungannya bikin jantungan.”

Pada akhirnya, kembalinya teror ke akar fiksi ilmiah dan kota Raccoon City tidak hanya menghadirkan nostalgia bagi penggemar lama. Lebih dari itu, langkah tersebut juga menegaskan bahwa seri Resident Evil tetap relevan di tengah gempuran game modern. Jika antusiasme pemain terus meningkat, Resident Evil 9: Requiem berpotensi menjadi standar baru bagi genre survival horror pada 2026.

  • Penulis: Nesya Ayuna
  • Editor: Marlinda Azizah Sakima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rahasia di Balik Kebiasaan Begadang Mahasiswa Antara Tuntutan Tugas dan Pola Hidup yang Keliru

    Rahasia di Balik Kebiasaan Begadang Mahasiswa Antara Tuntutan Tugas dan Pola Hidup yang Keliru

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Varisca Zulianti Suryadi
    • 0Komentar

    Sukabumidigital – Banyak mahasiswa menganggap begadang sebagai bagian dari kehidupan kampus. Mereka sering menyelesaikan tugas hingga larut malam, mulai dari laporan, presentasi, hingga persiapan ujian. Suasana malam yang tenang pun terasa lebih nyaman untuk fokus dan bekerja tanpa gangguan. Namun, muncul pertanyaan penting yang perlu dipikirkan. Apakah begadang benar-benar karena tuntutan tugas, atau hanya kebiasaan […]

  • Sering Minder di Tengah Persaingan? Ini yang Sebenarnya Terjadi

    Sering Minder di Tengah Persaingan? Ini yang Sebenarnya Terjadi

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle Varisca Zulianti Suryadi
    • 0Komentar

    Sukabumidigital – Persaingan muncul di hampir setiap fase kehidupan. Mahasiswa berusaha meraih IPK tinggi, karyawan mengejar promosi, dan pelaku usaha memperluas pasar. Banyak orang menyadari bahwa persaingan bisa mendorong kemajuan. Namun, tidak sedikit yang mulai merasa lelah dan kehilangan energi. Rasa jenuh ini perlahan menurunkan semangat untuk menjalani proses. Sebagian orang menginginkan hasil secara instan. […]

  • Merasa Selalu Tertinggal? Begini Cara FOMO Diam-Diam Memengaruhi Gen Z

    Merasa Selalu Tertinggal? Begini Cara FOMO Diam-Diam Memengaruhi Gen Z

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle Varisca Zulianti Suryadi
    • 0Komentar

    Sukabumidigital – Di tengah pesatnya perkembangan media sosial dan derasnya arus informasi, banyak anak muda mulai mengenal istilah Fear of Missing Out (FOMO). Istilah ini merujuk pada rasa takut tertinggal dari tren, pengalaman, pencapaian, atau aktivitas orang lain. Banyak anggota Generasi Z mengalami perasaan tersebut tanpa menyadarinya hingga akhirnya mengubah kebiasaan sehari-hari. Setiap hari, media […]

  • Program Pengabdian Masyarakat Mahasiswa Perkuat Akhlak Remaja Muslim di Era Modern

    Program Pengabdian Masyarakat Mahasiswa Perkuat Akhlak Remaja Muslim di Era Modern

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle Ilham
    • 0Komentar

    Sukabumidigital – Sejumlah mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika mengadakan kegiatan Pengabdian Masyarakat (PM) di SMA Negeri 5 Kota Sukabumi. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Remaja Muslim yang Berakhlak di Era Modern”. Selain itu, para siswa kelas X mengikuti kegiatan ini untuk memperkuat pemahaman agama Islam dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa menjelaskan pentingnya agama Islam […]

  • Critical Thinking Mahasiswa, Bukan Sekadar Pintar tapi Mampu Berpikir Kritis

    Critical Thinking Mahasiswa, Bukan Sekadar Pintar tapi Mampu Berpikir Kritis

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • account_circle Aulia Akhira
    • 0Komentar

    Sukabumidigital.com – Kemampuan berpikir kritis atau critical thinking menjadi salah satu keterampilan yang semakin banyak dibutuhkan di dunia pendidikan maupun dunia kerja. Sayangnya, masih banyak mahasiswa yang lebih fokus menghafal materi daripada memahami, menganalisis, dan mengevaluasi informasi secara mendalam. Karena itu, mahasiswa perlu mulai membangun kemampuan berpikir kritis sejak bangku kuliah agar lebih siap menghadapi […]

  • Bukan Cuma Kuliah! Mahasiswa Baru Kenali Beragam Ormawa di ORMIK UBSI Sukabumi 2026

    Bukan Cuma Kuliah! Mahasiswa Baru Kenali Beragam Ormawa di ORMIK UBSI Sukabumi 2026

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Aulia Akhira Ramadhani
    • 0Komentar

    Sukabumidigital.com, Sukabumi — Orientasi Akademik (ORMIK) UBSI Sukabumi 2026 berlangsung pada 18 September 2026 di Aula UBSI Sukabumi Kampus A. Kegiatan ini turut memberikan pembekalan mengenai kehidupan mahasiswa di luar kegiatan perkuliahan. Sesi ini mengenalkan berbagai aktivitas yang dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat, bakat, dan pengalaman selama masa studi. Sesi tersebut menghadirkan […]

expand_less