Breaking News
light_mode
Beranda » Enjoy » Resident Evil 9: Requiem Resmi Rilis, Teror Generasi Baru Dimulai

Resident Evil 9: Requiem Resmi Rilis, Teror Generasi Baru Dimulai

  • account_circle Nesya Ayuna
  • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
  • visibility 30
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumidigital – Industri game global kembali diramaikan dengan perilisan Resident Evil 9: Requiem yang meluncur 27 Februari 2026. Capcom mengembangkan sekaligus menerbitkan seri terbaru dari franchise legendaris tersebut dengan menghadirkan pengalaman horor yang lebih intens bagi para pemain.

Game ini menjadi seri kesembilan dari franchise Resident Evil yang telah bertahan lebih dari tiga dekade. Pada edisi terbaru ini, pengembang menghadirkan nuansa horor yang lebih gelap dengan atmosfer menegangkan serta mekanisme permainan yang terasa semakin realistis.

Selain itu, game ini hadir untuk konsol generasi terbaru dan PC. Sejak pengumumannya beberapa waktu lalu, Resident Evil 9: Requiem langsung masuk dalam daftar game paling dinantikan oleh komunitas gamer dunia.

Cerita Lebih Intens

Dari sisi cerita, game ini menghadirkan investigasi terhadap ancaman biologis misterius yang berkembang menjadi situasi penuh teror. Pemain harus mengelola sumber daya secara cermat, memecahkan teka-teki, sekaligus menyusun strategi agar mampu bertahan dari serangan musuh.

Selain itu, alur permainan mengikuti dua protagonis dengan sudut pandang berbeda. Karakter Grace berfokus pada investigasi dan eksplorasi teka-teki dengan atmosfer yang menekan. Sementara itu, Leon S. Kennedy membawa pemain kembali ke kota ikonik Raccoon City, lokasi penting dalam sejarah seri ini.

Dengan demikian, perpaduan dua karakter tersebut membuat alur cerita terasa lebih dinamis sekaligus memberi pengalaman berbeda bagi pemain.

Grafis Lebih Realistis

Dari sisi teknis, game ini menampilkan peningkatan grafis yang signifikan. Lingkungan terlihat lebih detail, sementara efek suara imersif memperkuat suasana tegang sepanjang permainan.

Selain itu, teknologi pencahayaan modern seperti path tracing membuat bayangan dan pencahayaan tampak lebih realistis. Alhasil, atmosfer horor terasa lebih hidup dan mencekam.

Di sisi lain, sistem pertarungan kini terasa lebih dinamis. Meski demikian, pengembang tetap mempertahankan unsur survival horror klasik yang menjadi identitas utama seri Resident Evil.

Antusiasme Komunitas

Sementara itu, antusiasme gamer terlihat sejak hari pertama peluncuran. Berbagai ulasan awal dan cuplikan permainan langsung beredar di media sosial, menandakan tingginya minat publik terhadap kelanjutan franchise tersebut.

Salah satu gamer, Hilal, menilai seri terbaru ini membawa kembali nuansa fiksi ilmiah dan teror senjata biologis yang menjadi ciri khas Resident Evil.

“Kalau dibandingkan Resident Evil Village yang lebih ke fantasi gelap, Resident Evil 9 ini terasa kembali ke konsep bio-weapon. Lebih klasik dan lebih ‘Resident Evil’,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyoroti kehadiran dua protagonis yang membuat alur cerita terasa lebih seimbang.

“Grace fokus ke investigasi dan teka-teki dengan suasana yang menekan. Sementara Leon membawa kita kembali ke Raccoon City, yang terasa epik buat penggemar lama. Perpaduannya bikin ceritanya tidak monoton.”

Dari sisi visual, ia menilai peningkatan grafis terasa sangat signifikan.

“Grafisnya realistis banget, apalagi dengan path tracing. Pencahayaan dan detail bayangannya bikin suasana makin tegang.”

Menurutnya, momen paling mendebarkan muncul ketika pemain harus menghadapi musuh bertipe stalker.

“Itu yang bikin deg-degan. Awalnya tenang, lalu tiba-tiba berubah jadi chaos. Kombinasi suara dan lingkungannya bikin jantungan.”

Pada akhirnya, kembalinya teror ke akar fiksi ilmiah dan kota Raccoon City tidak hanya menghadirkan nostalgia bagi penggemar lama. Lebih dari itu, langkah tersebut juga menegaskan bahwa seri Resident Evil tetap relevan di tengah gempuran game modern. Jika antusiasme pemain terus meningkat, Resident Evil 9: Requiem berpotensi menjadi standar baru bagi genre survival horror pada 2026.

  • Penulis: Nesya Ayuna
  • Editor: Marlinda Azizah Sakima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Talkshow DICO Sukabumi

    Evolusi Digital: DICO Sukabumi Hadirkan Talkshow Strategi Adaptasi Radio di Tengah Penurunan Belanja Iklan

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Sukabumidigital, Sukabumi – Menanggapi pergeseran drastis konsumsi media masyarakat ke platform digital, Digital Creative Community (DICO) Sukabumi bekerja sama dengan Kampus Digital Kreatif UBSI kampus Sukabumi akan menyelenggarakan Talkshow Live Podcast di Aula UBSI Kampus Sukabumi B yang beralamat di Jl Veteran II No.20A pada 23 April 2026 mendatang. Acara ini bertujuan membedah masa depan […]

  • Pendidikan Bukan Sekadar Nilai, Tapi Proses Membentuk Cara Berpikir

    Pendidikan Bukan Sekadar Nilai, Tapi Proses Membentuk Cara Berpikir

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Ilham
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Sukabumidigital – Selama berdekade-dekade, sistem pendidikan kita sering terjebak dalam obsesi angka di atas kertas. Bahkan, dalam praktiknya, banyak pihak menjadikan deretan nilai pada rapor sebagai tolok ukur utama keberhasilan. Padahal, pada kenyataannya, pendidikan tidak hanya berbicara tentang angka. Seharusnya, dalam konteks yang lebih luas, pendidikan menuntut seseorang mengolah informasi menjadi pemahaman yang utuh. Kemudian, […]

  • Gempa M 4,1 Guncang Sukabumi Dini Hari, Getaran Terasa hingga Cianjur

    Gempa M 4,1 Guncang Sukabumi Dini Hari, Getaran Terasa hingga Cianjur

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Aulia Akhira Ramadhani
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Sukabumidigital – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,1 mengguncang wilayah Sukabumi, Jawa Barat, pada Minggu (15/03/2026) dini hari. Guncangan gempa tersebut terasa hingga wilayah Cianjur dan sempat membuat sejumlah warga panik. Gempa terjadi sekitar pukul 00.36 WIB saat sebagian besar warga sedang beristirahat. Getaran yang datang secara tiba-tiba membuat sejumlah warga terbangun dari tidur. Warga di […]

  • uniRank 2026 Rilis Peringkat 10 Kampus Jakarta dengan Performa Digital Terbaik

    uniRank 2026 Rilis Peringkat 10 Kampus Jakarta dengan Performa Digital Terbaik

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Ilham
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Sukabumidigital – Jakarta kembali mencuri perhatian, bukan hanya sebagai pusat bisnis dan gaya hidup, tetapi juga dalam bidang pendidikan. Banyaknya perguruan tinggi di ibu kota sering membuat calon mahasiswa bingung menentukan pilihan. Penilaian kampus kini tidak hanya berfokus pada akreditasi, tetapi juga pada seberapa kuat kehadiran dan eksistensinya di dunia digital dalam membangun reputasi serta […]

  • Angkat Budaya Lokal Sukabumi, “Sunda Emperor” Siap Tayang Pada 2026

    Angkat Budaya Lokal Sukabumi, “Sunda Emperor” Siap Tayang Pada 2026

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Nesya Ayuna
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Sukabumidigital – Layar lebar akan kedatangan warna baru melalui film Sunda Emperor di tengah dominasi film berbahasa Indonesia dan asing yang dijadwalkan tayang pada 2026. Film produksi Sapawave Films ini tampil berbeda dengan penggunaan 100 persen Bahasa Sunda serta latar panorama alam Sukabumi. Industri perfilman nasional terus berkembang dengan berbagai genre dan pendekatan cerita. Di tengah […]

  • Ngopi Sambil Melihat Satwa, Ini Keunikan Kopi Kandang di Sukabumi

    Ngopi Sambil Melihat Satwa, Ini Keunikan Kopi Kandang di Sukabumi

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle Nesya Ayuna
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Sukabumidigital – Menikmati kopi sambil melihat satwa menjadi pengalaman yang jarang ditemukan di sebuah kafe. Namun, pengunjung bisa merasakan hal tersebut di Kopi Kandang. Tempat ini menghadirkan konsep berbeda dengan menggabungkan kedai kopi, suasana alam, dan area satwa dalam satu lokasi. Di tengah maraknya kafe di Sukabumi, Kopi Kandang tampil dengan identitas yang kuat. Pengelola […]

expand_less