Workshop Jurnalistik HIMASI dan DICO Kupas Etika hingga Teknik Menulis Berita
- account_circle Nesya Ayuna
- calendar_month Sabtu, 24 Okt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bahas Etika Hingga Praktik Olah Berita, Workshop Jurnalistik HIMASI X DICO Diserbu 100 Mahasiswa | Doc. Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumidigital.com, Sukabumi – Arus informasi di media sosial membuat masyarakat sulit membedakan fakta dan rumor. Oleh karena itu, Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HIMASI) dan DICO menggelar Workshop Jurnalistik bertema “Jurnalistik di Era Digital: Mengolah Informasi Menjadi Berita”. Kegiatan ini diikuti sekitar 100 peserta yang ingin mempelajari penulisan berita di era digital.
Panitia menghadirkan Puspitawati sebagai narasumber utama. Ia merupakan penulis konten yang berpengalaman di Radar Sukabumi, TatarMedia.ID, dan Media BRANDA. Dalam workshop ini, peserta mempelajari perbedaan tugas content writer dan jurnalis, teknik penulisan berita menggunakan rumus 5W+1H, serta pentingnya memeriksa kebenaran informasi sebelum menerbitkannya.
Membedakan Peran Content Writer dan Jurnalis
Dalam sesi pembuka, Puspitawati mengajak peserta memahami perbedaan antara content writer dan jurnalis. Seorang content writer berfokus mengemas pesan agar menarik bagi pembaca, sedangkan jurnalis bertugas memeriksa kebenaran informasi melalui riset dan verifikasi. Ia mengingatkan peserta agar tidak hanya mengejar viralitas, tetapi juga mengutamakan kebenaran data dalam penulisan berita.
Selain itu, narasumber membekali peserta dengan rumus 5W+1H dan teknik menyusun teras berita. Materi tersebut membantu peserta memahami cara menyampaikan inti informasi sejak paragraf pertama.
Menjaga Etika dan Menghindari Judul Jebakan
Selain teknik menulis, narasumber menyoroti pentingnya etika jurnalistik. Puspitawati mengingatkan peserta agar tidak langsung memercayai unggahan di media sosial tanpa melakukan klarifikasi. Ia juga mengimbau peserta untuk menghindari judul clickbait yang tidak sesuai dengan isi berita.
Menurutnya, berita berkualitas perlu mengutamakan akurasi data dan menjaga keberimbangan informasi. Penulis berita juga perlu membedakan fakta dan opini agar pembaca memperoleh informasi yang tepat.
Sesi Tanya Jawab Hidup dan Pembagian Kelompok Praktik
Sekitar 100 peserta mengikuti sesi tanya jawab dengan mengajukan pertanyaan seputar jurnalistik digital. Beberapa di antaranya membahas cara menangani berita bohong dan etika mengutip unggahan yang viral di media sosial.
Setelah sesi diskusi berakhir, panitia membagi peserta ke dalam kelompok kecil untuk mempraktikkan cara mengolah informasi menjadi draf berita. Peserta melakukan riset, memeriksa fakta, dan menyunting tulisan sebelum menyelesaikan hasil kerja kelompok.
Berhasil Susun Berita Langsung di Lokasi Acara
Proses kerja kelompok berlangsung melalui diskusi dan kolaborasi antarpeserta. Dengan bimbingan narasumber, setiap kelompok menentukan sudut pandang yang sesuai dan menyusun informasi menjadi berita yang utuh.
Beberapa kelompok berhasil menyelesaikan penulisan berita di lokasi acara. Melalui praktik tersebut, peserta mendapat kesempatan untuk menerapkan materi yang telah dipelajari, mulai dari mengolah informasi hingga menyunting berita.
- Penulis: Nesya Ayuna
- Editor: Lusi Mardiana

Saat ini belum ada komentar