Breaking News
light_mode
Beranda » Gerak Sehat » “Mager” Jadi Musuh Utama Kesehatan: 58% Remaja Indonesia Kurang Gerak, Ini Risiko & Solusinya

“Mager” Jadi Musuh Utama Kesehatan: 58% Remaja Indonesia Kurang Gerak, Ini Risiko & Solusinya

  • account_circle Anisa Azskia
  • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SukabumiDigital – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meluncurkan peringatan keras terkait kebiasaan malas gerak atau “mager” yang kini menjangkiti sebagian besar remaja Indonesia. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) terbaru, 58 persen remaja usia 10-14 tahun tergolong kurang aktivitas fisik .Angka ini jauh mengkhawatirkan. Kelompok lansia usia atas 65 tahun menyusul dengan 52,8 persen, lalu remaja akhir usia 15-19 tahun mencatatkan 50 persen.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes, Maria Endang Sumiwi, mengungkapkan bahwa Indonesia tengah menghadapi “krisis gerak.” Saat ditanya alasannya, sebagian besar remaja menjawab “tidak ada waktu atau malas” . Ironisnya, hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) terhadap 62 juta orang menempatkan kebugaran rendah sebagai masalah kesehatan nomor satu pada anak usia sekolah, mencapai 60,1 persen .

“Pada usia dewasa, 95 persen masyarakat tidak melakukan olahraga teratur. Padahal standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mewajibkan 30 menit setiap hari atau 150 menit seminggu,” tegas Maria dalam Indonesia Sports Summit 2025 di Jakarta .

Meski tren lari dan klub kebugaran menjamur di kota besar, kesadaran bergerak masyarakat secara umum masih sangat minim. Gaya hidup sedentari atau kurang gerak ini memicu berbagai risiko kesehatan serius. Remaja yang malas bergerak berisiko tinggi mengalami obesitas, diabetes melitus, hingga hipertensi di usia produktif . Penimbunan lemak berlebih akibat minimnya pembakaran kalori menjadi penyebab utama kondisi tersebut .

Selain ancaman fisik, kebiasaan “mager” juga berdampak pada psikologis. Remaja cenderung menghabiskan waktu berlebihan di depan layar gadget, menggantikan interaksi sosial nyata. Kondisi ini memicu isolasi sosial, stres, hingga depresi .

Kemenkes mendorong solusi konkret: memperbanyak kompetisi olahraga dan menumbuhkan klub-klub remaja. Langkah ini tidak hanya meningkatkan aktivitas fisik, tetapi juga menciptakan lapangan kerja di bidang olahraga dan kesehatan .

Para ahli menyarankan perubahan sederhana namun konsisten. Gunakan alarm pengingat untuk bangkit dan bergerak setiap 30 menit. Ganti kebiasaan “scroll media sosial” dengan jalan santai 10-15 menit. Manfaatkan tangga daripada lift, serta ajak teman atau keluarga untuk berkomitmen hidup sehat bersama .

Krisis gerak ini membutuhkan perhatian serius dari semua pihak. Tanpa perubahan perilaku, generasi penerus bangsa terancam mengalami berbagai penyakit kronis di masa depan.

  • Penulis: Anisa Azskia
  • Editor: Anisa Azskia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Merasa “Hilang Arah” di Tengah Kuliah? Ini Alasan Banyak Mahasiswa Mengalaminya

    Merasa “Hilang Arah” di Tengah Kuliah? Ini Alasan Banyak Mahasiswa Mengalaminya

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Aulia Akhira Ramadhani
    • 0Komentar

    Sukabumidigital – Memasuki dunia perkuliahan sering kali menjadi fase yang penuh harapan bagi banyak mahasiswa. Mereka datang dengan berbagai mimpi, rencana masa depan, serta semangat untuk meraih kesuksesan. Namun, tidak sedikit mahasiswa yang justru mulai merasa kehilangan arah setelah menjalani beberapa semester. Rasa bingung terhadap tujuan kuliah, ketidakpastian tentang masa depan, hingga keraguan terhadap pilihan […]

  • Bulu Tangkis Makin Digemari! Olahraga Seru yang Bikin Sehat, Bugar, dan Pikiran Lebih Tenang

    Bulu Tangkis Makin Digemari! Olahraga Seru yang Bikin Sehat, Bugar, dan Pikiran Lebih Tenang

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Anisa Azskia
    • 0Komentar

    Sukabumidigital – Bulu tangkis kembali menjadi olahraga favorit anak muda Indonesia. Mereka bermain bersama sambil menjaga kebugaran tubuh. Gerakan seperti berlari, melompat, dan smash melatih kelincahan, ketahanan fisik, serta koordinasi tangan dan mata. Aktivitas ini membuat badminton tidak hanya seru, tetapi juga menyehatkan. Permainan ini menuntut banyak gerakan cepat karena pemain harus mengikuti arah shuttlecock. […]

  • SMPN 10 Kota Sukabumi Gelar Career Day 2026, Bimbing Siswa Kenali Passion dan Rancang Masa Depan

    SMPN 10 Kota Sukabumi Gelar Career Day 2026, Bimbing Siswa Kenali Passion dan Rancang Masa Depan

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Aulia Akhira
    • 0Komentar

    Sukabumidigital – Di tengah pentingnya menentukan arah masa depan sejak dini, SMP Negeri 10 Kota Sukabumi menghadirkan ruang eksplorasi bagi siswa melalui kegiatan Career and Parenting Days 2026 bertajuk “Bright Future”. Kegiatan ini mengajak siswa kelas IX untuk mengenali potensi diri, memahami pilihan pendidikan, serta merancang masa depan secara lebih terarah. Kegiatan berlangsung di Aula […]

  • Dompet Tipis Tugas Menumpuk Begini Cerita Mahasiswa di Akhir Bulan

    Dompet Tipis Tugas Menumpuk Begini Cerita Mahasiswa di Akhir Bulan

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle Varisca Zulianti Suryadi
    • 0Komentar

    Sukabumidigital – Akhir bulan sering menjadi masa yang cukup berat bagi sebagian mahasiswa. Uang bulanan mulai menipis, sementara tugas kuliah terus bertambah. Presentasi, laporan, revisi, biaya transportasi, hingga kebutuhan harian datang hampir bersamaan dan membuat mahasiswa harus lebih bijak mengatur pengeluaran. Banyak mahasiswa mengalami situasi serupa ketika memasuki minggu terakhir setiap bulan. Meski sudah menyusun […]

  • Cukup Aktif 30 Menit Setiap Hari, Raih Tubuh Sehat Tanpa Obat

    Cukup Aktif 30 Menit Setiap Hari, Raih Tubuh Sehat Tanpa Obat

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle Anisa Azskia
    • 0Komentar

    Sukabumidigital – Sebagian orang keliru mengira kesehatan membutuhkan obat mahal atau suplemen rumit. Padahal alam menyediakan kunci sederhana dan gratis untuk semua: gerak aktif setiap hari. Tubuh manusia sejak awal diciptakan untuk bergerak, bukan diam berjam-jam. Namun, rutinitas modern menjauhkan kita dari kebiasaan sehat ini. Apa resep rahasianya? Lakukan gerak intensitas sedang 30 menit per hari. Contohnya jalan […]

  • Rahasia di Balik Kebiasaan Begadang Mahasiswa Antara Tuntutan Tugas dan Pola Hidup yang Keliru

    Rahasia di Balik Kebiasaan Begadang Mahasiswa Antara Tuntutan Tugas dan Pola Hidup yang Keliru

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Varisca Zulianti Suryadi
    • 0Komentar

    Sukabumidigital – Banyak mahasiswa menganggap begadang sebagai bagian dari kehidupan kampus. Mereka sering menyelesaikan tugas hingga larut malam, mulai dari laporan, presentasi, hingga persiapan ujian. Suasana malam yang tenang pun terasa lebih nyaman untuk fokus dan bekerja tanpa gangguan. Namun, muncul pertanyaan penting yang perlu dipikirkan. Apakah begadang benar-benar karena tuntutan tugas, atau hanya kebiasaan […]

expand_less